Soal

  1. Ringkaskanlah fitur-fitur utama dari sistem manajemen Texas Instruments! Sampai sejauh mana dan bagaiman sistem tersebut saling menguatkan?
  2. Bagaimana Texas Instruments memastikan bahwa para manajer operasinya mengalokasikan waktu mereka dengan sepantasnya antara jangka pendek dan jangka panjang?
  3. Mengapa anda percaya bahwa sistem TST bekerja sedemikian efektifnya bagi TI di tahun 1970-an? Kenapa hal tersebut tidak bekerja secara efektif bagi perusahaan pada pertengahan 1980-an?
  4. Apakah sistem seperti ini adalah sesuai di organisasi lain, seperti Harvey-Hudson Electronics? Masalah implementasi apa yang anda ramalkan akan terjadi?

Jawab

  1. Fitur-fitur utama dari sistem manajemen Texas Instruments antara lain Sistem TST, sistem alokasi sumber daya, sistem pelaporan dan Sistem Kompensasi InsentifSistem a. TST (Tujuan, Strategi dan Taktik). Sistem ini berkembang di TI untuk mengelola perubahan dan inovasi yang diterapkan untuk mendefinisikan strategi yang akan dilakukan oleh perusahaan guna pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, serta guna mengidetifikasikan taktik yang diperlukan untuk menerapkan strategi dengan sukses.

     b. Sistem Alokasi Sumber Daya. Sistem ini digunakan untuk menyusun anggaran perusahaan yang terdiri dari 2 alur pengeluaran, yaitu dana strategis dan dana operasi. Dana yang dicadangkan untuk dana strategis berdasarkan metode peringkat paket keputusan. Sedangkan untuk dana operasi berdasarkan metode penyusunan anggaran berdasarkan nol (zero-based budgeting).

     c. Sistem Pelaporan. Sistem pelaporan di TI memiliki spesifikasi tersendiri yaitu memisahkan beban operasi dengan beban strategis pada laporan laba ruginya.

    d. Sistem Kompensasi Insentif. Sistem kompensasi insentif keseluruhan di TI adalah sistem analisis karyawan kunci dan rencana opsi saham. Sistem Analisi Karyawan Kunci (AKK) berusaha untuk mengidentifikasi para manajer yang telah memberikan kontribusi paling banyak kepada perusahaan melalui kinerja mereka. Sedangkan rencana opsi saham, para peserta dalam rencana opsi saham tersebut diminta untuk tetap bekerja pada perusahaan selama beberapa tahun tertentu agar dapat memenuhi syarat.

Fitur-fitur yang ada pada sistem manajemen TI ini saling berhubungan sebab akibat dan saling menguatkan. Sisitem TST merupakan sistem yang menjadi landasan bagi perusahaan, karena dalam sistem ini didefinisikan tujuan dari perusahaan kemudian tujuan diaplikasikan pada strategi perusahaan untuk kepentingan-kepentingan jangka panjang perusahaan dan strategi perusahaan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan tentang taktik perusahaan. Dan sistem TST juga menjadi pangkal dari sebagian besar sistem yang ada. Pada sistem alokasi sumber daya, dana yang ada dialokasikan pada dua jalur yaitu dana strategis, yang merupakan pendanaan untuk pendanaan jangka panjang, peninjauan strategi, dan lain-lain, serta dana operasi yang didapatkan dari sistem TST. Sistem pelaporan melaporkan penggunaan dana yang terdiri dari dana strategi dan dana operasi yang telah ditetapkan dalam sistem alokasi sumber daya. Sedangkan sistem kompensasi insentif merupakan salah satu hal yang menjadi motivator bagi karyawan dalam melaksanakan tujuan, strategi dan taktis perusahaan yang telah ditetapkan dalam sistem TST.

     2. Texas Instruments memastikan bahwa para manajer operasinya mengalokasikan waktu mereka dengan sepantasnya antara jangka pendek dan jangka panjang dengan membebankan tanggung jawab ganda untuk manajemen operasi. Tanggung jawab ganda manajemen berarti bahwa seorang manajer bertanggung jawab untuk mode strategis dan mode operasi secara sekaligus. Dengan menerapkan tanggung jawab ganda ini, TI merasa bahwa hal tersebut memberikan keseimbangan antara pertumbuhan janka panjang dan profitabilitas jangka pendek yang seringkali berada dalam konflik. Filosofi TI yang nyata adalah bahwa dengan membebankan tanggung jawab ganda pada para manajer, mereka akan memaksa para manajer tersebut untuk membagi waktu mereka sedemikian rupa sehingga tidak mengabaikan kebutuhan inovasi jangka panjang dari perusahaan.

3. Pada tahun 1970, sistem TST yang diterapkan oleh TI berjalan dengan baik dan efektif. Sistem TST dapat membantu TI untuk mendefinisikan strategi apa saja yang akan diikuti oleh perusahaan dan dapat mengetahui taktik apa saja yang diperlukan dalam menerapkan strategi tersebut. Dengan demikian, terbentuklah tanggung jawab manajemen baik secara strategis maupun operasi. Selain itu, terdapat pula hubungan antara PCC dan PTT apabila menggunakan sistem TST, manajer PCC dapat mempunyai tanggung jawab atas suatu PTT.

Namun pada tahun 1980-an, sistem TST tidak bekerja dengan efektif karena penerapan TST membutuhkan perencanaan dan alokasi sumber daya pada PTT. Selain itu, penerapan sistem TST membutuhkan tujuan strategi dan PTT. Sedangkan pada tahun 1980-an TI mempunyai 9 tujuan usaha yang lebih dari 60 strategi dan lebih dari 250 PTT.

4. Sistem ini dapat diimplementasikan ke  perusahaan lainnya. Sistem TST merupakan sistem dengan tujuan utama mengoptimalkan laba jangka panjang perusahaan namun tetap memungkinkan perusahaan untuk menangan kegiatan operasional sehari-hari. Dengan begini, maka manajer tidak akan bertindak yang arogan demi untuk kepentingan jangka pendek yang menguntungkan dirinya sendiri. Jadi laba jangka panjang merupakan rangkaian dari laba jangka pendek yang konsisten, bukan sebaliknya, keuntungan jangka pendek karena mengambil keuntungan jangka panjang. Dengan sistem TST, manajer dituntut untuk lebih kreatif dalam merencanakan program dan perencanaan. Pada system Zero-Based Bugeting, perusahaan juga akan diuntungkan karena manajer akan selalu menyusun data-data yang relevan setiap waktunya.

Masalah implementasi yang kami ramalkan adalah, penolakan dari sejumla manajer karena kegiatannya yang sangat rumit. Manajer harus mengenakan 2 topi, baik untuk sasaran operasional  maupun sasaran strategi.  Pada laporan laba rugi,juga dipisahkan juga Beban Strategis dan beban operasi. Beban Operasi yang lebih, dapat juga dianggap sebagai sebuah inovasi, yang belum tentu dengan kebenarannnya.